Desa Belandingan: Panduan Lengkap Menjelajahi Desa Bali Aga yang Masih Alami di Bangli
Banyak orang datang ke Bali untuk pantai, beach club, atau spot Instagram populer. Tapi setelah beberapa kali liburan, tidak sedikit wisatawan mulai merasa tempat-tempat itu terlalu ramai dan kurang “Bali yang sebenarnya”.
Jika Anda termasuk yang ingin melihat Bali yang lebih tenang, lebih tradisional, dan masih sangat alami, Desa Belandingan bisa menjadi destinasi yang tepat.
Masalahnya, desa ini belum terlalu banyak dibahas dibandingkan tempat wisata mainstream di Bali. Banyak calon pengunjung bingung: apakah menarik dikunjungi, apa saja yang bisa dilakukan, bagaimana aksesnya, dan apakah cocok untuk semua jenis wisatawan?
Artikel ini akan membantu Anda memahami semuanya secara praktis — mulai dari karakter Desa Belandingan, aktivitas yang bisa dilakukan, hingga tips agar kunjungan Anda benar-benar berkesan.
Dasar yang Wajib Dipahami Tentang Desa Belandingan
Desa Belandingan adalah salah satu desa Bali Aga yang terletak di wilayah Kintamani, Kabupaten Bangli. Desa Bali Aga sendiri dikenal sebagai komunitas masyarakat Bali asli yang masih mempertahankan tradisi sebelum pengaruh Majapahit.
Artinya, Anda tidak hanya datang ke desa wisata biasa — tetapi ke tempat yang masih memegang kuat struktur adat, arsitektur tradisional, serta pola hidup yang relatif sederhana dan alami.
Beberapa hal penting yang perlu Anda pahami sebelum berkunjung:
- Lokasinya berada di daerah pegunungan → udara sejuk dan berkabut di waktu tertentu
- Akses menuju desa tidak semudah destinasi wisata populer
- Suasana sangat tenang → bukan tempat hiburan modern
- Pengalaman wisata lebih bersifat budaya dan alam
- Cocok untuk wisatawan yang suka eksplorasi, bukan sekadar foto cepat lalu pulang
Yang membuat Desa Belandingan menarik bukan “atraksi buatan”, melainkan keaslian kehidupan desa itu sendiri.
Anda datang untuk melihat, merasakan, dan memahami.
Panduan Praktis Berkunjung ke Desa Belandingan
Cara Menuju Desa Belandingan
Lokasi desa berada di kawasan Kintamani, sekitar 1,5–2,5 jam perjalanan dari Denpasar tergantung kondisi lalu lintas.
Rute umum:
- Denpasar → Bangli
- Bangli → Kintamani
- Lanjut ke arah desa Belandingan melalui jalan perbukitan
Beberapa catatan penting dari pengalaman lapangan:
- Jalan menuju desa cukup sempit di beberapa titik
- Sinyal GPS bisa tidak stabil
- Lebih nyaman menggunakan kendaraan pribadi atau sewa mobil + sopir lokal
- Jika tidak terbiasa menyetir di pegunungan, hindari datang saat hujan lebat
Banyak wisatawan memilih datang bersama pemandu lokal karena bisa sekaligus mendapat penjelasan budaya.
Waktu Terbaik Mengunjungi Desa Belandingan
Karena berada di dataran tinggi, cuaca menjadi faktor penting.
Waktu terbaik:
- Pagi hingga siang hari (kabut belum terlalu tebal)
- Musim kemarau (jalan lebih aman)
- Hari biasa (lebih sepi dan autentik)
Kurang ideal:
- Sore menjelang malam (kabut turun cepat)
- Musim hujan (jalan licin)
- Datang tanpa rencana transportasi pulang
Aktivitas Utama yang Bisa Dilakukan
1. Menyusuri Permukiman Tradisional Bali Aga
Ini aktivitas utama yang paling berharga.
Anda akan melihat:
- Tata letak rumah adat khas
- Struktur bangunan sederhana tapi fungsional
- Pola ruang yang mengikuti aturan adat
- Kehidupan masyarakat yang masih sangat komunal
Banyak wisatawan terkejut karena suasana terasa seperti kembali ke Bali masa lalu.
2. Trekking Alam dan Lanskap Pegunungan
Sekitar desa terdapat area perbukitan dan vegetasi alami.
Aktivitas populer:
- Jalan santai desa ke kebun warga
- Trekking ringan di area hutan sekitar
- Menikmati pemandangan lembah dan pegunungan
Udara di sini sangat segar — salah satu alasan banyak orang datang hanya untuk “detoks dari keramaian”.
3. Mengamati Tradisi dan Aktivitas Harian Warga
Jika beruntung, Anda bisa melihat:
- Aktivitas pertanian tradisional
- Ritual adat skala kecil
- Kegiatan rumah tangga khas desa pegunungan
- Proses pengolahan hasil kebun
Namun ingat: ini bukan pertunjukan wisata. Semua berjalan alami.
4. Fotografi Budaya dan Lanskap
Desa Belandingan sangat menarik untuk fotografi dokumenter:
- Rumah tradisional
- Lanskap berkabut
- Tekstur alam pegunungan
- Aktivitas warga
Tips penting: selalu minta izin sebelum memotret orang.
Checklist Persiapan Sebelum Berangkat
Gunakan checklist ini agar perjalanan nyaman:
Perlengkapan
✔ Jaket hangat
✔ Sepatu nyaman untuk jalan
✔ Air minum pribadi
✔ Uang tunai secukupnya
✔ Kamera / ponsel dengan baterai penuh
Persiapan perjalanan
✔ Pastikan kendaraan dalam kondisi baik
✔ Simpan rute offline di peta
✔ Berangkat pagi hari
✔ Siapkan kontak lokal jika memungkinkan
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
Banyak pengunjung pertama kali melakukan kesalahan berikut:
❌ Mengira desa seperti objek wisata komersial
❌ Datang terlalu sore
❌ Tidak membawa jaket
❌ Tidak menghormati aturan adat
❌ Memotret tanpa izin
❌ Terburu-buru hanya untuk konten media sosial
Desa Belandingan adalah tempat yang harus dinikmati perlahan.
Contoh Kasus Nyata Pengalaman Wisatawan
Kasus 1 — Wisatawan Solo Pencari Ketenangan
Seorang traveler solo datang dari Ubud karena ingin tempat sepi.
Ia datang pagi hari dengan motor sewaan, berjalan keliling desa, berbincang dengan warga, lalu trekking ringan sekitar 1 jam.
Hasilnya:
- Menghabiskan hampir 4 jam tanpa terasa
- Mendapat pengalaman budaya yang sangat autentik
- Mengaku ini salah satu highlight perjalanan Bali
Kesimpulan: desa sangat cocok untuk slow travel.
Kasus 2 — Fotografer Landscape
Seorang fotografer datang khusus mengejar kabut pagi.
Ia tiba sekitar pukul 08.00 dan mendapatkan:
- Cahaya lembut pegunungan
- Komposisi rumah tradisional dengan kabut tipis
- Lanskap dramatis tanpa keramaian wisatawan
Kesimpulan: lokasi sangat ideal untuk fotografi natural.
Kasus 3 — Keluarga dengan Anak Kecil
Sebuah keluarga datang tanpa persiapan.
Masalah yang muncul:
- Anak kedinginan
- Jalan menanjak melelahkan
- Tidak ada fasilitas hiburan modern
Namun setelah menyesuaikan ritme dan lebih santai, mereka justru menikmati suasana alami.
Kesimpulan: tetap bisa dikunjungi keluarga, tapi perlu ekspektasi realistis.
Rekomendasi Praktis Berdasarkan Kondisi Anda
Jika Anda ingin pengalaman budaya autentik →
Datang pagi hari dan luangkan minimal 3 jam untuk berjalan santai.
Jika Anda pecinta fotografi →
Datang pagi atau setelah hujan ringan untuk kabut dramatis.
Jika Anda pertama kali ke Bali →
Gabungkan kunjungan dengan Kintamani agar perjalanan lebih efisien.
Jika Anda tidak terbiasa medan pegunungan →
Gunakan sopir lokal atau tur pribadi.
Jika Anda hanya punya waktu singkat →
Pertimbangkan destinasi lain karena desa ini lebih cocok untuk eksplorasi santai.
FAQ Seputar Desa Belandingan
Apakah Desa Belandingan cocok untuk wisata keluarga?
Ya, tetapi bukan destinasi hiburan. Anak-anak perlu pengawasan karena medan berbukit dan fasilitas terbatas.
Apakah ada tiket masuk Desa Belandingan?
Umumnya tidak ada tiket resmi seperti objek wisata komersial. Namun pengunjung biasanya memberikan donasi sukarela.
Berapa lama waktu ideal untuk berkunjung?
Sekitar 2–4 jam untuk eksplorasi santai. Jika ingin trekking lebih jauh, bisa setengah hari.
Apakah perlu pemandu lokal?
Tidak wajib, tetapi sangat disarankan jika Anda ingin memahami budaya dan sejarah desa.
Apakah Desa Belandingan ramai wisatawan?
Tidak. Justru daya tariknya adalah suasana yang tenang dan masih alami.
Penutup
Jika Anda mencari Bali yang berbeda dari pantai ramai dan kafe modern, Desa Belandingan menawarkan pengalaman yang jauh lebih mendalam.
Di sini Anda tidak datang untuk hiburan cepat, tetapi untuk merasakan:
- kehidupan desa pegunungan
- tradisi Bali Aga yang masih hidup
- alam yang tenang dan murni
- ritme hidup yang lambat dan damai
Destinasi ini paling cocok bagi Anda yang ingin melihat sisi Bali yang autentik dan belum banyak tersentuh pariwisata massal.
Jika Anda sedang merencanakan perjalanan ke Kintamani, pertimbangkan untuk menambahkan Desa Belandingan dalam itinerary Anda — dan datanglah dengan waktu, rasa hormat, serta keinginan untuk benar-benar menikmati perjalanan.
Karena di tempat seperti inilah Bali menunjukkan wajahnya yang paling asli.

Desa Belandingan benar-benar hidden gem di Bangli! Suasananya masih alami banget dan jauh dari keramaian wisata mainstream
Buat yang suka suasana tenang dan budaya autentik, Desa Belandingan wajib masuk bucket list
Menarik sekali karena desa ini termasuk Bali Aga, jadi tradisi dan adatnya masih sangat kental