Bukit Nanggi: Destinasi Pendakian Sunyi dengan Panorama Spektakuler yang Layak Masuk Bucket List
Pendahuluan
Banyak wisatawan yang datang ke Bali bingung mencari destinasi alternatif selain pantai, air terjun, atau beach club. Setelah beberapa hari berkeliling, wajar jika Anda ingin mencoba pengalaman yang lebih tenang, lebih dekat dengan alam, dan tentunya memberikan memori berbeda. Salah satu rekomendasi terbaik bagi Anda yang ingin eksplor lebih jauh adalah Bukit Nanggi.
Meski tidak berada di Bali (Bukit Nanggi berlokasi di Lombok Timur), destinasi ini justru jadi pilihan ideal bagi traveler yang sudah berada di Bali dan ingin mencari pengalaman trekking yang tidak terlalu ramai tapi menawarkan pemandangan kelas premium. Banyak wisatawan menyeberang dari Bali ke Lombok hanya untuk menikmati sunrise di puncaknya, karena panorama yang ditawarkan memang sulit ditandingi.
Artikel ini akan mengupas tuntas apa saja yang perlu Anda ketahui sebelum trekking ke Bukit Nanggi—mulai dari persiapan, rute, contoh skenario nyata, hingga tips menghadapi kondisi jalur.
Hal Dasar yang Wajib Anda Pahami Tentang Bukit Nanggi
Sebelum masuk ke panduan teknis, berikut beberapa hal penting yang perlu Anda ketahui:
1. Bukit Nanggi adalah tempat camping + trekking
Berbeda dari bukit lain yang bisa dijangkau dalam 1–2 jam, trekking ke Bukit Nanggi umumnya dilakukan dengan konsep camping, karena puncaknya sangat ideal untuk sunset dan sunrise sekaligus.
2. Ketinggiannya sekitar 2.300 mdpl
Meskipun disebut “bukit”, rasanya seperti trekking gunung ringan. Jalur naik cukup menanjak, terutama di 1/3 bagian akhir.
3. Jalur aman untuk pemula yang terbiasa hiking ringan
Jika Anda pernah naik Gunung Batur atau bukit-bukit di Bali, Anda akan mudah beradaptasi dengan trek di Bukit Nanggi. Namun tetap butuh stamina karena pendakian memakan waktu ±3–4 jam.
4. Panorama puncak sangat luas dan jernih
Dari puncaknya, Anda bisa melihat:
- Gunung Rinjani
- Bukit Anak Dara
- Gunung Agung (dari kejauhan saat cuaca cerah)
- Lautan awan sangat tebal di pagi hari
Ini alasan utama banyak pendaki Bali memilih Bukit Nanggi sebagai destinasi “singkat tapi berkesan”.
Panduan Praktis Naik ke Bukit Nanggi
Rute dan Cara Menuju Bukit Nanggi dari Bali
1. Dari Bali – Penyeberangan ke Lombok
Anda bisa naik fast boat dari:
- Padang Bai → Bangsal (1,5–2 jam)
- Serangan → Bangsal
- Sanur → Bangsal
Setelah sampai di Bangsal, perjalanan dilanjutkan dengan mobil menuju Desa Sembalun ±1,5 jam.
2. Titik awal pendakian:
Basecamp resmi Bukit Nanggi terletak di Sembalun Bumbung, sebuah desa yang juga menjadi pintu masuk Gunung Rinjani.
H2: Durasi Trekking Bukit Nanggi
Perkiraan waktu:
| Jalur | Durasi | Keterangan |
|---|---|---|
| Naik | 3–4 jam | Trek menanjak bertahap, relatif stabil |
| Turun | 2 jam | Lebih cepat, tapi licin saat musim hujan |
Langkah-demi-Langkah Pendakian (Panduan Pemula)
1. Registrasi & Persiapan (Basecamp)
Anda akan mencatat identitas, membayar retribusi, dan biasanya tersedia porter bila ingin bantuan membawa barang.
2. Trek Awal (Hutan Cemara Rendah)
Jalur masih landai. Langkah pemanasan yang nyaman.
3. Pos Tengah – Mulai Menanjak
Di sini Anda mulai merasakan tanjakan panjang. Banyak pendaki beristirahat di pos ini.
4. Tanjakan Terakhir Menuju Puncak
Bagian ini paling menguras tenaga. Namun jalur tetap aman, tidak harus merangkak atau memanjat.
5. Puncak dan Area Camping
Area camping cukup luas. Sunset di sini menjadi highlight karena view mengarah langsung ke Gunung Rinjani.
Checklist Barang Wajib Dibawa
✔ Jaket tebal (angin di malam hari cukup kencang)
✔ Sepatu trekking (bukan sneakers tipis)
✔ Senter/headlamp
✔ Air minum minimal 2 liter
✔ Sleeping bag
✔ Sarung tangan + kupluk
✔ Makanan ringan energi
Saran profesional: Bila Anda bukan pendaki berpengalaman, gunakan jasa porter untuk membawa tenda dan logistik agar perjalanan lebih nyaman.
Kesalahan Umum yang Sering Terjadi (Dan Cara Menghindarinya)
1. Berangkat terlalu sore
Risiko malam tiba saat di jalur.
Solusi: mulai trekking sebelum jam 14.00.
2. Bawa barang terlalu banyak
Tanjakan Nanggi membuat beban terasa dua kali lipat.
Solusi: prioritaskan barang esensial.
3. Menganggap suhu tidak sedingin gunung
Angin di puncak bisa sangat menusuk, terutama saat musim kemarau.
Solusi: bawa jaket windproof, bukan hanya hoodie.
4. Tidak memperhitungkan cuaca
Kabut tebal bisa mengurangi jarak pandang.
Solusi: cek prakiraan cuaca Sembalun sebelum berangkat.
Contoh Kasus Nyata
1. Traveler yang Sudah Bosan dengan Spot Bali
Rio, seorang digital nomad yang tinggal di Canggu, memutuskan trekking ke Bukit Nanggi karena ingin suasana berbeda. Ia memilih paket pendakian sehari semalam. Bagian favoritnya adalah sunrise yang muncul setelah lautan awan perlahan turun—pengalaman yang menurutnya lebih “tenang dan intim” daripada mendaki Gunung Batur yang ramai.
2. Keluarga Dengan Anak Remaja
Satu keluarga dari Bandung membawa dua anak usia 13 dan 16 tahun. Awalnya mereka khawatir trekking terlalu berat. Setelah mencoba, mereka justru menikmati waktu quality time tanpa distraksi gadget di tenda.
3. Pendaki Pemula yang Ingin Latihan Sebelum Mendaki Rinjani
Beberapa pendaki menggunakan Bukit Nanggi sebagai training track. Ketinggiannya ideal untuk membangun stamina sebelum mencoba Rinjani yang lebih ekstrem.
Rekomendasi dan Ringkasan Praktis
Jika Anda ingin trekking ringan → Bukit Nanggi sangat cocok.
Trek aman, view sangat memuaskan.
Jika Anda suka sunrise dan lautan awan → pilih camping semalam.
Jika Anda takut jalur ekstrem → Bukit Nanggi lebih ramah dibanding banyak gunung besar.
Jika Anda hanya punya waktu singkat → bisa trekking 1D1N dari Bali.
Jika Anda mencari wisata alam anti-mainstream → Bukit Nanggi layak ada di urutan atas.
FAQ – Bukit Nanggi
1. Apakah Bukit Nanggi aman untuk pemula?
Aman, asalkan Anda memiliki stamina dasar dan mengikuti jalur resmi. Banyak pemula yang berhasil sampai puncak.
2. Berapa biaya trekking?
Mulai dari Rp30.000 untuk registrasi. Jika menggunakan jasa porter atau paket lengkap, biayanya bisa Rp250.000–Rp600.000 tergantung layanan.
3. Apakah bisa naik tanpa camping?
Bisa, tapi pengalaman terbaik adalah camping karena sunset dan sunrise di sini sangat indah.
4. Apakah jalurnya berbahaya?
Tidak. Jalur cukup jelas dan tidak memiliki bagian terjal yang ekstrem.
5. Waktu terbaik untuk naik Bukit Nanggi?
April–Oktober adalah waktu terbaik karena cuaca cerah dan tidak licin.
Penutup
Bukit Nanggi adalah destinasi yang ideal bagi Anda yang ingin keluar dari rutinitas wisata Bali dan mencari ketenangan alam yang sesungguhnya. Trekkingnya tidak terlalu berat, pemandangannya luar biasa, dan suasananya jauh dari keramaian. Dengan persiapan yang tepat dan manajemen waktu yang baik, perjalanan Anda ke Bukit Nanggi akan menjadi salah satu momen liburan yang paling membekas.
Jika Anda butuh rekomendasi paket trekking atau ingin dibuatkan itinerary Bali → Bukit Nanggi 1–2 hari, saya bisa bantu juga.

Wah, baru lihat fotonya aja udah bikin napas tersengal, apalagi kalau langsung naik ke puncaknya😍🌄
View sunrise di Bukit Nanggi kayaknya bakal bikin feed Instagram makin epic🔥
Bukit Nanggi ini perfect banget buat camping semalam, nunggu sunrise di puncak pasti unforgettable