Aktivitas & Petualangan

Menelusuri Keindahan Desa Penglipuran: Pengalaman Berjalan Menyusuri Desa Tercantik di Bali

🌺 Desa Penglipuran: Sekilas Tentang Desa Paling Tertata di Bali

Bali memang tidak pernah kehabisan pesona, dan Desa Penglipuran adalah salah satu contohnya. Terletak di Kabupaten Bangli, sekitar satu jam perjalanan dari Denpasar, desa ini dikenal sebagai desa terbersih di dunia.
Namun lebih dari itu, Penglipuran juga menjadi simbol harmoni antara manusia, alam, dan budaya — nilai yang dipegang teguh oleh masyarakat Bali sejak dulu.

Berjalan di Desa Penglipuran bukan sekadar aktivitas santai. Setiap langkah di jalan batu yang rapi dan setiap pandangan ke rumah tradisional di kiri-kanan jalan akan membuat kamu merasa seperti melangkah ke masa lalu, saat kehidupan berjalan dengan ritme yang pelan dan damai.


🚶‍♀️ Sensasi Berjalan di Desa Penglipuran

Begitu memasuki gerbang utama desa, suasana langsung berubah. Tidak ada suara bising kendaraan, tidak ada polusi, hanya udara sejuk pegunungan dan deretan rumah yang seragam, rapi, dan indah.

Berjalan di Desa Penglipuran memberikan pengalaman yang begitu menenangkan. Jalan utama desa terbuat dari batu alam yang tertata rapi, membentang lurus dari utara ke selatan. Di sepanjang jalan, kamu akan melihat:

  • Pekarangan rumah penduduk yang terbuka dan terawat,
  • Gerbang angkul-angkul (pintu khas Bali) di setiap rumah,
  • Serta taman kecil dengan bunga kamboja dan kembang sepatu yang menambah kesan asri.

Penduduk lokal menyambut wisatawan dengan ramah. Banyak dari mereka menjual kerajinan tangan, minuman herbal seperti loloh cemcem, atau makanan tradisional. Tak jarang kamu akan diajak mengobrol santai tentang kehidupan mereka di desa.


🌿 Makna Filosofis di Balik Tata Desa

Desa Penglipuran bukan sekadar indah secara visual. Keindahan ini lahir dari konsep tata ruang tradisional Bali yang disebut Tri Mandala.
Prinsip ini membagi desa menjadi tiga bagian:

  1. Utama Mandala (bagian utama) – area paling suci tempat berdirinya pura desa.
  2. Madya Mandala (bagian tengah) – area pemukiman warga yang menjadi jantung kehidupan sosial.
  3. Nista Mandala (bagian bawah) – area yang digunakan untuk kegiatan pertanian dan kebun.

Konsep ini mencerminkan keseimbangan antara manusia, alam, dan spiritualitas. Saat berjalan di desa, kamu akan merasakan bahwa setiap elemen diatur dengan penuh makna — tidak ada yang kebetulan, semuanya selaras.


🌸 Arsitektur Rumah Tradisional yang Memikat

Salah satu daya tarik terbesar saat berjalan di Desa Penglipuran adalah deretan rumah tradisional Bali yang identik satu sama lain.
Meskipun tampak seragam dari luar, setiap rumah memiliki keunikan dan karakter tersendiri di dalamnya.

Arsitekturnya dibangun dengan bahan alami seperti bambu, kayu, dan batu bata tanah liat. Bentuk gerbang rumah (angkul-angkul) menjadi ikon khas yang sering diabadikan oleh wisatawan.
Menariknya, seluruh rumah di desa ini dilarang diubah bentuknya tanpa izin adat — hal ini menjaga keaslian dan keseragaman visual desa selama ratusan tahun.


🌾 Budaya dan Tradisi yang Masih Hidup

Berjalan di Desa Penglipuran juga berarti menyelami kearifan lokal dan tradisi yang masih dijaga dengan ketat.
Desa ini menerapkan sistem sosial adat Bali yang disebut awig-awig, aturan tidak tertulis yang mengatur kehidupan masyarakat agar tetap harmonis.

Beberapa tradisi yang bisa kamu temukan antara lain:

  • Upacara Galungan dan Kuningan yang meriah dan penuh warna,
  • Festival Desa Penglipuran yang digelar setiap tahun untuk memperkenalkan budaya lokal,
  • Dan adat larangan poligami, yang dipercaya menjaga keharmonisan rumah tangga.

Selain itu, desa ini juga terkenal dengan sistem pengelolaan lingkungan yang luar biasa. Tidak ada kendaraan bermotor yang boleh masuk ke dalam desa. Penduduk juga mengelola sampah dengan sangat disiplin, bahkan mendaur ulang limbah organik menjadi pupuk alami.


🌿 Wisata Alam di Sekitar Desa Penglipuran

Selain berjalan-jalan di area utama, kamu juga bisa menjelajahi area sekitar desa yang tak kalah menawan.
Beberapa tempat menarik yang bisa dikunjungi adalah:

  1. Hutan Bambu Penglipuran
    Luasnya mencapai 45 hektar dan menjadi paru-paru hijau bagi desa. Saat berjalan di sini, kamu akan mendengar suara bambu yang bergesekan ditiup angin — menciptakan suasana yang menenangkan dan magis.
  2. Taman Bunga Penglipuran
    Di sekitar pintu masuk desa, terdapat taman bunga warna-warni yang menjadi spot foto favorit wisatawan.
  3. Kawasan pertanian dan kebun kopi
    Kamu bisa berjalan lebih jauh ke bagian bawah desa untuk melihat kehidupan petani lokal dan mencicipi kopi Bali yang dibuat langsung oleh warga.

🍵 Cicipi Loloh Cemcem, Minuman Khas Desa Penglipuran

Setelah berjalan kaki cukup jauh, sempatkan waktu untuk mencicipi loloh cemcem, minuman herbal khas Desa Penglipuran yang menyegarkan.
Terbuat dari daun cemcem (semacam daun asam) yang dicampur air kelapa, gula aren, dan sedikit garam, minuman ini dipercaya dapat menurunkan tekanan darah dan menjaga stamina.

Rasa loloh cemcem unik — perpaduan antara asam, manis, dan segar. Banyak wisatawan yang akhirnya membeli botol tambahan untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh alami dari Bali.


📸 Spot Foto dan Aktivitas Menarik

Bagi pecinta fotografi, Desa Penglipuran adalah surga visual.
Beberapa spot foto yang paling sering dijadikan latar antara lain:

  • Gerbang angkul-angkul berjejer di jalan utama,
  • Hutan bambu yang sejuk dan misterius,
  • Dan pura kecil di bagian utara desa yang memancarkan ketenangan spiritual.

Selain berfoto, kamu juga bisa mencoba:

  • Workshop membuat anyaman bambu,
  • Belajar membuat canang sari (sesajen),
  • Atau sekadar berbincang dengan warga tentang filosofi hidup Bali.

Semua pengalaman ini membuat kunjungan ke Desa Penglipuran terasa personal dan bermakna.


🌤️ Waktu Terbaik untuk Berkunjung

Waktu paling ideal untuk berjalan di Desa Penglipuran adalah pagi hingga siang hari, saat udara masih sejuk dan belum terlalu ramai wisatawan.
Jika ingin suasana lebih tenang, datanglah di hari biasa (bukan akhir pekan atau musim liburan).

Musim kemarau (April–Oktober) juga menjadi waktu terbaik karena langit cerah dan bunga-bunga di taman sedang bermekaran.


💡 Tips Menikmati Jalan-Jalan di Desa Penglipuran

  1. Gunakan alas kaki yang nyaman, karena kamu akan banyak berjalan di jalan berbatu.
  2. Bawa air minum sendiri untuk menjaga hidrasi, tapi jangan membuang sampah sembarangan — desa ini sangat disiplin soal kebersihan.
  3. Hormati adat setempat, misalnya berpakaian sopan saat melewati pura.
  4. Dukung ekonomi lokal, dengan membeli kerajinan tangan atau makanan buatan warga.
  5. Datang lebih pagi untuk menikmati suasana damai sebelum wisatawan lain berdatangan.

🌸 Mengapa Aktivitas Ini Begitu Istimewa

Berjalan di Desa Penglipuran bukan sekadar wisata biasa — ini adalah perjalanan batin dan budaya.
Kamu tidak hanya melihat keindahan fisik, tapi juga merasakan kehidupan yang selaras dengan alam dan tradisi.

Banyak wisatawan yang mengaku bahwa setelah berjalan di desa ini, mereka merasa lebih tenang dan lebih menghargai hal-hal sederhana dalam hidup.
Mungkin karena energi positif dari desa ini begitu kuat — sebuah harmoni yang lahir dari keteraturan, kebersamaan, dan cinta terhadap tanah kelahiran.


🌺 Kesimpulan: Langkah Kecil Menuju Ketenangan di Desa Penglipuran

Jika kamu ingin merasakan Bali yang sesungguhnya, datanglah ke Desa Penglipuran.
Berjalan di desa ini seperti menelusuri lembaran waktu — setiap rumah, pohon, dan senyum warga menyimpan kisah panjang tentang kehidupan yang damai dan penuh makna.

Udaranya sejuk, lingkungannya bersih, dan suasananya tenang. Tidak ada yang terburu-buru, tidak ada yang bising.
Hanya kamu, langkah kaki yang pelan, dan keindahan Bali yang begitu tulus.

Desa Penglipuran bukan sekadar destinasi wisata — ia adalah pengingat bahwa kebahagiaan bisa ditemukan dalam kesederhanaan, dan bahwa setiap langkah yang kita ambil bisa menjadi doa bagi bumi yang kita cintai.

3 thoughts on “Menelusuri Keindahan Desa Penglipuran: Pengalaman Berjalan Menyusuri Desa Tercantik di Bali

  • Desa ini bukti kalau budaya & kebersihan bisa berjalan beriringan. Salut banget sama warganya

    Reply
  • Penglipuran itu bukan sekadar desa wisata, tapi contoh nyata harmoni antara manusia dan alam

    Reply
  • Penglipuran bukan cuma indah, tapi juga punya filosofi hidup yang dalam. Inspiratif banget

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *