Berita

Banjir Terjang Bali: Puluhan Rumah Warga Terendam, Jalur Utama Sempat Lumpuh

Denpasar, Bali Hujan deras yang mengguyur wilayah Bali sejak Selasa (17/9/2025) sore menyebabkan banjir di sejumlah titik. Sejumlah kawasan terdampak meliputi Denpasar, Gianyar, hingga Badung. Puluhan rumah warga dilaporkan terendam air dengan ketinggian bervariasi antara 30 hingga 80 sentimeter.

Selain merendam pemukiman, banjir juga membuat akses jalan utama di beberapa lokasi lumpuh total. Kemacetan panjang sempat terjadi, terutama di jalur Bypass Ngurah Rai yang menghubungkan Denpasar dan Badung.


Warga Panik, Air Masuk ke Rumah Dalam Hitungan Menit

Berdasarkan pantauan di lapangan, banjir datang secara tiba-tiba setelah hujan deras mengguyur lebih dari tiga jam. Sejumlah warga mengaku tidak sempat menyelamatkan perabotan rumah mereka.

“Air masuk begitu cepat, tidak sampai setengah jam sudah setinggi lutut orang dewasa. Motor saya juga ikut terendam,” ujar Made Suardika, warga Denpasar Timur, saat ditemui Rabu (18/9/2025) pagi.

Warga lainnya, Ni Luh Sari, menuturkan bahwa banjir kali ini lebih parah dibanding tahun sebelumnya. “Biasanya air cepat surut, tapi kali ini sejak malam sampai pagi masih menggenang. Anak-anak sampai tidak bisa sekolah,” katanya.


Data BPBD Bali: Puluhan Rumah Terdampak

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali mencatat setidaknya 48 rumah warga terdampak banjir di tiga kabupaten/kota. Data sementara menunjukkan:

  • Denpasar: 25 rumah terendam dengan ketinggian air 50–80 cm
  • Badung: 15 rumah terdampak, termasuk kawasan Kuta dan Legian
  • Gianyar: 8 rumah terendam, terutama di wilayah Ubud bagian barat

Kepala BPBD Bali, I Made Wijaya, mengatakan pihaknya telah menurunkan tim untuk membantu evakuasi warga.

“Kami sudah menyiapkan posko darurat di Denpasar dan Badung. Beberapa warga kami evakuasi ke balai banjar karena rumah mereka tidak bisa ditinggali sementara waktu,” ujarnya.


Jalur Utama Sempat Lumpuh

Selain pemukiman, banjir juga merendam jalan raya. Akses di Jalan Gatot Subroto Timur dan Bypass Ngurah Rai sempat terputus akibat genangan air setinggi hampir 70 cm. Kendaraan roda dua banyak yang mogok, sementara kendaraan roda empat harus memutar arah.

Seorang pengendara, Wayan Suarta, mengaku terjebak macet lebih dari dua jam.

“Saya dari Sanur ke arah Kuta, biasanya 30 menit, tapi tadi sampai dua jam lebih. Banyak motor mogok di jalan,” katanya.

Kondisi tersebut diperparah dengan minimnya drainase yang berfungsi optimal di beberapa titik jalan.


Penyebab Banjir: Drainase Buruk dan Curah Hujan Tinggi

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar menjelaskan bahwa hujan dengan intensitas tinggi terjadi akibat peralihan musim kemarau menuju musim hujan.

Kepala BMKG Bali, I Gede Arya, mengatakan curah hujan di wilayah Bali pada Selasa sore mencapai 120 milimeter per hari, yang masuk kategori sangat lebat.

Selain faktor cuaca, banjir juga dipicu oleh kondisi drainase yang buruk dan saluran air yang tersumbat sampah.

“Beberapa saluran air di Denpasar tidak mampu menampung debit air hujan. Ini diperparah dengan tumpukan sampah yang menghambat aliran air,” jelas Arya.


Pemerintah Siapkan Langkah Penanganan

Pemerintah Provinsi Bali menginstruksikan agar seluruh dinas terkait segera melakukan normalisasi drainase dan saluran air. Penjabat Gubernur Bali, I Ketut Sugiarta, menegaskan bahwa langkah cepat diperlukan agar banjir serupa tidak kembali meluas.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas PU dan BPBD untuk melakukan pengecekan drainase. Dalam jangka pendek, kami fokus pada evakuasi warga dan penyaluran bantuan logistik,” ujar Sugiarta.

Sementara itu, Dinas Sosial juga menyiapkan paket bantuan darurat berisi makanan siap saji, air bersih, serta obat-obatan bagi warga yang terdampak.


Aktivitas Pariwisata Ikut Terganggu

Banjir yang melanda Bali juga berdampak pada aktivitas pariwisata. Sejumlah wisatawan mengeluhkan akses jalan menuju kawasan wisata seperti Kuta, Seminyak, dan Sanur yang terganggu.

Seorang wisatawan asal Australia, Sarah Johnson, mengaku kesulitan menuju hotel tempatnya menginap.

“Kami harus menunggu lebih dari satu jam karena jalan menuju Kuta tergenang air. Untungnya ada petugas yang membantu,” ujarnya.

Pihak Asosiasi Perhotelan Bali (PHRI) menyebut bahwa meski tidak ada kerusakan parah di hotel-hotel, namun kenyamanan wisatawan memang sedikit terganggu.


Imbauan untuk Warga dan Wisatawan

BPBD Bali mengimbau warga untuk tetap waspada mengingat potensi hujan deras masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan. BMKG juga mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem hingga akhir pekan.

“Kami minta warga untuk tidak membuang sampah sembarangan karena bisa memperparah banjir. Wisatawan juga diharapkan menunda perjalanan jika hujan deras terjadi,” kata Kepala BPBD Bali.


Penutup

Banjir yang melanda Bali kali ini menjadi peringatan serius bagi pemerintah dan masyarakat tentang pentingnya menjaga sistem drainase serta kesadaran lingkungan. Dengan curah hujan yang tinggi dan perubahan iklim yang semakin tidak menentu, langkah antisipasi harus dilakukan lebih cepat.

Masyarakat diharapkan tetap waspada, sementara pemerintah diminta bergerak cepat agar Bali sebagai destinasi wisata internasional tetap aman dan nyaman bagi semua.

3 thoughts on “Banjir Terjang Bali: Puluhan Rumah Warga Terendam, Jalur Utama Sempat Lumpuh

  • Semoga warga yang terdampak banjir diberi kekuatan dan keselamatan 🙏

    Reply
  • Setiap musim hujan selalu banjir, pemerintah harus evaluasi drainase dan tata ruang

    Reply
  • Bagi yang di sekitar lokasi, hati-hati listrik dan arus air.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *