Banyumala North Point: Spot Panorama Alam Bali Utara yang Tenang dan Autentik
Mencari destinasi wisata di Bali sering kali berujung pada tempat yang itu-itu saja. Pantai ramai, spot foto penuh antrean, dan suasana yang terasa lebih sibuk daripada menenangkan. Banyak orang sebenarnya ingin menikmati Bali yang lebih alami, tapi bingung harus ke mana—terutama jika sudah pernah ke Bali beberapa kali.
Di tengah kebingungan itu, Banyumala North Point muncul sebagai alternatif menarik, khususnya bagi Anda yang ingin menikmati pemandangan alam Bali Utara tanpa hiruk-pikuk wisata massal. Tempat ini belum sepopuler destinasi mainstream, namun justru di situlah letak daya tariknya.
Artikel ini akan membantu Anda memahami apa itu Banyumala North Point, mengapa layak dikunjungi, bagaimana cara datang ke sana, serta tips praktis agar pengalaman Anda tidak sekadar “datang dan foto lalu pulang”.
Bagian 1 – Dasar yang Wajib Dipahami tentang Banyumala North Point
Apa Itu Banyumala North Point?
Banyumala North Point adalah titik pandang (view point) yang berada di kawasan Bali Utara, dekat dengan area Air Terjun Banyumala. Dari sini, Anda bisa menikmati panorama perbukitan hijau, lembah alami, serta sudut pandang unik ke arah kawasan air terjun dan alam sekitarnya.
Berbeda dengan spot wisata yang dibangun besar-besaran, Banyumala North Point cenderung sederhana dan menyatu dengan alam. Tidak ada wahana, tidak ada keramaian, dan itulah yang dicari banyak pengunjungnya.
Lokasinya di Mana dan Kenapa Bali Utara?
Banyumala North Point berada di wilayah Desa Wanagiri, Kabupaten Buleleng, Bali. Kawasan ini dikenal dengan udara sejuk, lanskap perbukitan, dan danau-danau alami seperti Buyan dan Tamblingan.
Alasan kenapa Bali Utara terasa berbeda:
- Suasana lebih tenang dibanding Bali Selatan
- Alam masih dominan, minim komersialisasi
- Cocok untuk slow travel dan healing ringan
Jika Anda merasa Bali Selatan terlalu padat, Bali Utara—termasuk Banyumala North Point—bisa jadi jawaban.
Apakah Banyumala North Point Cocok untuk Semua Orang?
Secara umum, iya. Namun pengalaman akan berbeda tergantung tujuan Anda:
- Pencinta alam & fotografi: sangat cocok
- Traveller santai yang ingin tenang: cocok
- Keluarga dengan anak kecil: masih memungkinkan, tapi perlu pengawasan
- Pencari wahana & hiburan: kurang cocok
Tempat ini bukan tentang “aktivitas banyak”, tapi tentang menikmati suasana.
Bagian 2 – Panduan Praktis Mengunjungi Banyumala North Point
1. Cara Menuju Banyumala North Point
Akses ke Banyumala North Point biasanya satu jalur dengan Air Terjun Banyumala.
Rute umum:
- Dari Ubud: ±2,5 jam
- Dari Lovina: ±1 jam
- Dari Denpasar: ±3 jam
Transportasi yang disarankan:
- Motor atau mobil pribadi
- Mobil dengan kondisi prima (jalan menanjak dan berkelok)
Beberapa bagian jalan cukup sempit, jadi pengemudi perlu ekstra hati-hati.
2. Waktu Terbaik Berkunjung
Timing sangat memengaruhi pengalaman Anda di Banyumala North Point.
- Pagi hari (07.00–10.00): cahaya bagus, udara segar, sepi
- Menjelang sore: pemandangan lembut, tapi bisa berkabut
- Musim hujan: hijau maksimal, tapi jalan licin
Jika tujuan Anda foto dan menikmati panorama, pagi hari adalah pilihan paling aman.
3. Apa yang Bisa Dilakukan di Banyumala North Point?
Meski sederhana, ada beberapa aktivitas utama yang bisa Anda nikmati:
- Menikmati panorama alam dari ketinggian
- Fotografi landscape & portrait
- Duduk santai, refleksi, atau sekadar diam menikmati suasana
- Mengombinasikan kunjungan dengan Air Terjun Banyumala
Banyak orang datang ke sini sebagai pemberhentian tenang sebelum atau sesudah trekking ke air terjun.
4. Checklist yang Sebaiknya Anda Siapkan
Sederhana, tapi penting:
- Sepatu atau sandal anti licin
- Air minum
- Jaket tipis (udara bisa dingin)
- Kamera / smartphone dengan baterai penuh
- Uang tunai secukupnya
Hindari membawa barang berlebihan karena area tidak terlalu luas.
5. Kesalahan Umum yang Sering Terjadi
Beberapa kesalahan yang sering dialami pengunjung:
- Datang saat cuaca buruk tanpa persiapan
- Mengira tempat ini punya banyak fasilitas
- Datang terburu-buru hanya untuk foto
- Tidak mengombinasikan dengan destinasi sekitar
Banyumala North Point paling pas dinikmati tanpa tergesa-gesa.
Bagian 3 – Contoh Kasus & Skenario Nyata
Kasus 1: Traveller yang Ingin Bali Lebih Tenang
Rina, 29 tahun, sudah tiga kali ke Bali dan mulai bosan dengan pantai ramai. Ia menginap di Ubud dan memutuskan menjelajah Bali Utara.
Pengalaman:
Banyumala North Point menjadi salah satu titik favorit karena suasananya sunyi dan pemandangannya luas.
Pelajaran:
Tempat ini cocok untuk traveller yang ingin “bernapas” sejenak dari keramaian.
Kasus 2: Pasangan yang Suka Fotografi Alam
Pasangan muda ini mengunjungi Banyumala North Point pagi hari sebelum ke air terjun.
Pengalaman:
Mereka mendapatkan foto dengan cahaya alami dan latar hijau tanpa gangguan orang lain.
Pelajaran:
Datang pagi memberi pengalaman visual yang jauh lebih maksimal.
Kasus 3: Keluarga Kecil dengan Anak
Sebuah keluarga singgah sebentar sebelum makan siang di sekitar Wanagiri.
Pengalaman:
Anak-anak menikmati udara sejuk, orang tua menikmati pemandangan, tanpa aktivitas berat.
Pelajaran:
Cocok sebagai stop ringan, bukan destinasi lama.
Bagian 4 – Rekomendasi Praktis Berdasarkan Kondisi
- Jika Anda suka alam & ketenangan → Banyumala North Point layak dikunjungi
- Jika Anda ingin itinerary santai Bali Utara → kombinasikan dengan Air Terjun Banyumala & Danau Buyan
- Jika Anda hanya punya waktu singkat → jadikan spot singgah, bukan tujuan utama
- Jika Anda tidak suka jalan sempit & berkelok → pertimbangkan driver lokal
- Jika Anda mengejar wahana & hiburan → cari destinasi lain
FAQ – Pertanyaan Umum tentang Banyumala North Point
1. Apakah Banyumala North Point berbayar?
Biasanya termasuk dalam area kunjungan Banyumala, dengan biaya masuk yang relatif terjangkau. Siapkan uang tunai.
2. Apakah aman untuk anak-anak?
Relatif aman, tetapi tetap perlu pengawasan karena area terbuka dan berbatasan dengan alam.
3. Apakah tersedia fasilitas lengkap?
Fasilitas sangat terbatas. Jangan berharap café atau toilet modern tepat di titik pandang.
4. Berapa lama waktu ideal berkunjung?
Sekitar 20–40 menit sudah cukup, tergantung aktivitas Anda.
5. Apakah bisa dikunjungi saat musim hujan?
Bisa, tapi ekstra hati-hati karena jalan bisa licin dan kabut sering turun.
Penutup
Banyumala North Point bukan destinasi wisata yang “ramai dibicarakan”, tapi justru di situlah keistimewaannya. Tempat ini cocok untuk Anda yang ingin melihat sisi Bali yang lebih tenang, hijau, dan apa adanya.
Jika Anda sedang menyusun itinerary Bali dan ingin menambahkan satu titik yang memberi ruang untuk berhenti sejenak, menikmati alam, dan menenangkan pikiran, Banyumala North Point adalah pilihan yang masuk akal—terutama jika Anda menjelajah Bali Utara.
Bali selalu punya dua wajah: yang ramai dan yang sunyi. Banyumala North Point mengajak Anda mengenal wajah yang kedua.

Suasana pagi di Banyumala North Point benar-benar magis dengan kabut tipis dan udara segar
Tempat ini mengajarkan bahwa keindahan sejati ada pada kesederhanaan alam
Jauh dari keramaian, dekat dengan alam—itulah pesona Banyumala North Point