Pinggan Hidden Ridge Point: Panduan Lengkap untuk Menemukan Sunrise Terindah di Bali
Banyak pelajar, mahasiswa, hingga pekerja yang sering datang ke Bali mengeluh bahwa tempat wisata yang mereka kunjungi itu-itu saja: pantai, beach club, dan spot populer yang sudah terlalu ramai. Padahal, Bali punya banyak lokasi yang masih alami, tenang, dan menawarkan pengalaman berbeda—salah satunya Pinggan Hidden Ridge Point.
Masalahnya, banyak wisatawan bingung menemukan tempat seperti ini karena informasinya tidak sebanyak destinasi mainstream. Ada yang takut datang ke spot yang salah, ada yang bingung menentukan waktu terbaik, dan ada juga yang tidak tahu apa yang sebenarnya bisa diharapkan dari tempat seperti Pinggan.
Artikel ini dibuat untuk membantu Anda memahami dengan jelas apa itu Pinggan Hidden Ridge Point, apa keistimewaannya, dan bagaimana mengunjunginya dengan pengalaman terbaik—berdasarkan praktik di lapangan, bukan sekadar teori atau promosi.
Dasar yang Wajib Dipahami Tentang Pinggan Hidden Ridge Point
Pinggan Hidden Ridge Point adalah viewpoint yang berada di kawasan Kintamani, tepatnya di Desa Pinggan. Tempat ini dikenal sebagai spot sunrise dengan pemandangan gunung dan lautan kabut yang dramatis. Jika Anda pernah melihat foto-foto viral tentang “sunrise berlapis kabut dengan siluet Gunung Batur”, kemungkinan besar itu diambil dari area Pinggan.
Yang membuat Pinggan Hidden Ridge Point berbeda:
- Pemandangan sunrise terbaik di Bali dengan kabut tebal (foggy hills) dan siluet gunung.
- Suasana masih sepi dibanding spot sunrise komersial.
- Tidak butuh trekking berat, cukup parkir dan berjalan beberapa meter.
- Cocok untuk orang yang ingin suasana alam tanpa harus mendaki gunung.
Jika Anda bosan dengan pantai, atau ingin pengalaman Bali yang lebih “raw” dan natural, Pinggan Hidden Ridge Point adalah jawabannya.
Panduan Praktis Mengunjungi Pinggan Hidden Ridge Point
Cara Menuju Pinggan Hidden Ridge Point
Pinggan terletak di dataran tinggi Kintamani, sekitar:
- 1,5–2 jam dari Denpasar
- 1,5 jam dari Ubud
- 30–45 menit dari pusat Kintamani
Jalan menuju desa ini cukup mulus, tetapi beberapa bagian menanjak dan berkabut. Jika Anda membawa motor, pastikan rem baik dan gunakan jaket tebal.
Waktu Terbaik untuk Berkunjung
Hampir semua experience di Pinggan bergantung pada waktu Anda datang.
Waktu ideal:
- Pukul 05.00–06.30 pagi (sunrise)
- Hari kerja (weekday): lebih tenang
- Musim kemarau: peluang kabut tebal + sunrise cerah lebih tinggi
Jika datang lebih siang dari pukul 07.00, kabut biasanya mulai naik dan pemandangan tidak sedramatis saat matahari terbit.
H2: Perlengkapan yang Sebaiknya Dibawa
Checklist singkat yang bisa menyelamatkan Anda:
- Jaket tebal (temperatur bisa turun ke 16–18°C)
- Sarung tangan tipis
- Sepatu nyaman
- Senter atau flashlight HP
- Powerbank
- Kamera / HP dengan mode malam atau wide lens
- Air minum
Jika Anda datang untuk foto-foto serius, tripod akan sangat berguna untuk mengambil gambar sunrise dan kabut yang bergerak.
Hal yang Bisa Anda Lakukan di Pinggan Hidden Ridge Point
1. Menikmati Sunrise dan Kabut Tebal
Pemandangan utama di sini adalah sea of clouds yang menyelimuti lembah, dengan latar Gunung Batur dan Gunung Agung. Banyak yang menyebutnya sebagai “Nepal-nya Bali”.
2. Foto Siluet Gunung
Pinggan adalah lokasi terbaik untuk mengambil foto siluet gunung dengan gradasi langit pagi.
3. Minum Kopi Pagi di Suasana Dingin Pegunungan
Ada beberapa warung kecil yang buka pagi-pagi dan menyajikan kopi hangat—sederhana tapi sangat nikmat karena udaranya dingin.
4. Drone Spot Terbaik di Kintamani
Area ini adalah surga bagi pilot drone: kabut lembut, sinar matahari menembus awan, hingga lapisan bukit yang bertumpuk.
Tips Menghindari Kesalahan Umum Wisatawan
Kesalahan 1 – Datang Terlalu Siang
Tidak sedikit wisatawan yang tiba jam 07.00–08.00 dan kecewa karena kabut sudah menghilang. Datanglah sebelum jam 05.30.
Kesalahan 2 – Salah Pilih Spot
Desa Pinggan punya banyak viewpoint. Pinggan Hidden Ridge Point adalah spot yang paling seimbang antara akses mudah dan pemandangan dramatis.
Kesalahan 3 – Pakaian Terlalu Tipis
Suasananya sangat dingin di pagi hari. Jaket hoodie tipis saja biasanya tidak cukup.
Kesalahan 4 – Tidak Cek Cuaca
Cuaca mendung membuat sunrise kurang dramatis. Selalu cek prakiraan cuaca sebelum berangkat.
Contoh Kasus / Skenario Nyata di Lapangan
1. Mahasiswa Perantau yang Ingin Healing Hemat
Seorang mahasiswa di Denpasar sering bingung mencari tempat healing. Ia dan temannya pergi ke Pinggan jam 03.30 pagi, menghabiskan bensin sekitar Rp 30.000. Hasilnya? Salah satu sunrise terbaik yang pernah mereka lihat—tanpa biaya masuk mahal.
2. Pekerja Kantoran yang Ingin Pengalaman Baru Sebelum Pulang
Pekerja kantoran asal Surabaya yang sering ke Bali mengeluh bosan. Ia memutuskan mencoba Pinggan. Karena tidak perlu trekking, ia hanya tinggal menunggu sunrise sambil minum kopi. Ia bilang experience ini lebih memorable dibanding beach club manapun.
3. Traveller Pemula yang Takut Jalan Gelap
Seorang pelajar perempuan ragu datang karena harus berangkat pagi buta. Akhirnya ia datang bersama teman dan menyadari jalannya tidak semenyeramkan yang dibayangkan, terutama jika berangkat berpasangan atau rombongan.
Rekomendasi / Ringkasan Praktis
Jika Anda… → Lakukan ini:
- Ingin pemandangan kabut maksimal → Datang musim kemarau & sebelum 05.30.
- Tidak suka keramaian → Hindari weekend.
- Ingin spot foto terbaik → Pilih area atas di Pinggan Hidden Ridge Point (tanpa pepohonan menghalangi).
- Tidak familiar dengan jalan pegunungan → Bawa motor matic yang kuat menanjak atau sewa mobil.
- Ingin pengalaman aman dan efisien → Cek cuaca sebelum berangkat dan bawa jaket tebal.
FAQ tentang Pinggan Hidden Ridge Point
1. Apakah ada tiket masuk ke Pinggan Hidden Ridge Point?
Beberapa spot meminta kontribusi kecil (biasanya Rp 10.000–20.000), tergantung lokasi viewing point.
2. Apakah cocok untuk solo traveler?
Sangat cocok, terutama jika Anda berangkat pagi buta dan ingin suasana tenang. Tapi lebih aman datang berpasangan.
3. Apakah ada warung atau toilet di area view point?
Ada beberapa warung kecil, tetapi tidak semuanya buka pagi-pagi sekali. Sebaiknya siapkan air minum sendiri.
4. Apakah perlu trekking?
Tidak perlu. Viewpoint bisa dicapai dengan berjalan kaki beberapa meter dari tempat parkir.
5. Apakah aman untuk motor?
Aman, tetapi jalan sedikit berkabut dan menanjak. Pastikan motor dalam kondisi prima.
Penutup
Pinggan Hidden Ridge Point adalah destinasi yang sangat cocok untuk Anda yang ingin mencari wisata Bali yang tidak mainstream. Pemandangannya luar biasa, aksesnya mudah, dan pengalaman sunrise-nya termasuk terbaik di pulau ini. Dengan persiapan sederhana dan waktu kunjungan yang tepat, Anda bisa mendapatkan pengalaman alam yang langka dan benar-benar menenangkan.
Jika Anda sudah bosan dengan pantai dan ingin melihat sisi lain Bali yang lebih hening dan magis, masukkan Pinggan Hidden Ridge Point sebagai tujuan berikutnya.

Sunrise di sini bikin mood langsung bagus seharian. Panduan ini lengkap banget, mulai dari jam terbaik sampai spot terbaik untuk foto☀️
Ternyata nggak susah juga aksesnya kalau pakai tips dari artikel ini. Sunrise di Pinggan benar-benar worth it, bener-bener bikin pagi jadi magical⛰️
Siap-siap kamera, teman-teman! Pinggan Hidden Ridge Point ini spotnya epic banget buat foto golden hour. Thanks buat panduannya, detail banget📸