Destinasi Wisata

Pura Besakih: Pusat Spiritual dan Destinasi Wisata Suci di Bali

Bali dikenal sebagai pulau seribu pura, dengan ribuan tempat ibadah umat Hindu yang tersebar di setiap sudut pulau. Dari pura kecil di pekarangan rumah hingga pura besar yang menjadi pusat spiritual masyarakat, semua memiliki peran penting dalam kehidupan religius orang Bali. Di antara ribuan pura tersebut, Pura Besakih menempati posisi istimewa sebagai pura terbesar, terpenting, dan paling suci di Bali.

Terletak di lereng barat daya Gunung Agung, gunung tertinggi di Bali yang dianggap sebagai gunung suci, Pura Besakih bukan hanya pusat keagamaan, tetapi juga destinasi wisata budaya dan sejarah yang menarik jutaan pengunjung setiap tahunnya. Artikel ini akan mengulas secara lengkap tentang sejarah, keindahan, arsitektur, serta daya tarik wisata Pura Besakih.


Sejarah Pura Besakih

Sejarah Pura Besakih diperkirakan sudah ada sejak abad ke-8, ketika seorang pertapa dari India bernama Rsi Markandeya datang ke Bali untuk menyebarkan ajaran Hindu. Beliau diyakini mendirikan tempat pemujaan pertama di kawasan Besakih, yang kemudian berkembang menjadi kompleks pura besar seperti sekarang.

Nama “Besakih” berasal dari kata Basuki, yang berarti “selamat” atau “sejahtera”, dan juga berkaitan dengan nama Naga Basuki, salah satu naga mitologi penjaga keseimbangan alam menurut kepercayaan Hindu Bali.

Pura Besakih juga beberapa kali mengalami bencana alam, termasuk letusan Gunung Agung tahun 1963 yang menewaskan ribuan orang. Ajaibnya, meskipun lahar panas mengalir deras di sekitarnya, kompleks Pura Besakih tetap utuh. Hal ini semakin menguatkan keyakinan masyarakat Bali akan kesakralan pura ini.


Kompleks Pura Besakih

Pura Besakih bukan hanya satu pura, melainkan kompleks besar yang terdiri dari 86 pura. Yang paling utama adalah Pura Penataran Agung Besakih, dikelilingi oleh pura-pura lain yang berfungsi sebagai tempat pemujaan berbagai dewa dan roh leluhur.

Beberapa pura penting di kompleks Besakih antara lain:

  1. Pura Penataran Agung Besakih – pura utama yang berada di tengah kompleks, dengan 7 tingkatan undakan yang melambangkan tingkatan spiritual menuju Gunung Agung.
  2. Pura Batu Madeg – pura yang didedikasikan untuk Dewa Wisnu.
  3. Pura Kiduling Kreteg – pura untuk pemujaan Dewa Brahma.
  4. Pura Gelap – tempat pemujaan Dewa Iswara.
  5. Pura Basukian – pura tertua di Besakih, diyakini sebagai tempat pertama yang dibangun oleh Rsi Markandeya.

Setiap pura memiliki fungsi spiritual berbeda, tetapi semuanya membentuk satu kesatuan yang menggambarkan harmoni kosmos menurut konsep Tri Hita Karana (hubungan harmonis manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama, dan manusia dengan alam).


Arsitektur dan Keindahan Pura Besakih

Pura Besakih menampilkan arsitektur khas Bali dengan meru (menara bertingkat), candi bentar, gapura agung, dan ornamen-ornamen penuh makna simbolis.

  • Meru: menara suci dengan atap dari ijuk, biasanya bertingkat ganjil (3, 5, 7, 9, hingga 11 tingkat), melambangkan gunung suci tempat bersemayamnya para dewa.
  • Ukiran dan Relief: penuh dengan simbol-simbol Hindu, flora-fauna, serta tokoh mitologi.
  • Lokasi: berada di ketinggian sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut, dengan latar belakang Gunung Agung yang megah dan pemandangan hamparan sawah serta desa di sekitarnya.

Keindahan arsitektur Pura Besakih membuatnya menjadi salah satu objek foto paling ikonik di Bali, terutama saat upacara besar berlangsung.


Upacara dan Festival di Pura Besakih

Pura Besakih adalah pusat kegiatan keagamaan terbesar di Bali. Hampir setiap hari ada upacara, baik skala kecil maupun besar. Namun, beberapa upacara penting yang patut diketahui antara lain:

  1. Bhatara Turun Kabeh
    Upacara tahunan yang melibatkan seluruh pura di kompleks Besakih. Umat Hindu dari seluruh Bali berkumpul untuk menghaturkan persembahan.
  2. Piodalan
    Hari peringatan “ulang tahun” pura yang jatuh setiap 210 hari (berdasarkan kalender Bali).
  3. Upacara Eka Dasa Rudra
    Sebuah upacara besar yang sangat jarang dilakukan (setiap 100 tahun sekali), dengan tujuan memulihkan keseimbangan dunia.

Bagi wisatawan, menyaksikan upacara di Pura Besakih adalah pengalaman budaya yang sangat berkesan. Namun, penting untuk menghormati adat dengan berpakaian sopan dan menjaga sikap.


Pura Besakih sebagai Destinasi Wisata

Selain fungsi spiritual, Pura Besakih juga menjadi destinasi wisata favorit di Bali. Daya tariknya antara lain:

  1. Pemandangan Spektakuler
    Dari kompleks pura, wisatawan dapat menikmati pemandangan sawah, hutan, dan laut di kejauhan.
  2. Atmosfer Spiritual
    Suasana sakral terasa kuat, memberikan pengalaman berbeda dibanding destinasi wisata alam atau hiburan.
  3. Wisata Edukasi
    Pura Besakih adalah tempat ideal untuk mempelajari budaya, agama, dan tradisi Bali.
  4. Spot Fotografi
    Arsitektur pura yang indah dan latar belakang Gunung Agung menjadikan tempat ini salah satu spot foto terbaik di Bali.

Lokasi, Tiket, dan Tips Berkunjung

  • Lokasi: Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali. Sekitar 1,5 – 2 jam perjalanan dari Denpasar atau Ubud.
  • Jam Buka: 08.00 – 17.00 WITA (untuk wisatawan). Namun, pura tetap aktif digunakan umat Hindu sepanjang waktu.
  • Tiket Masuk: Rp60.000 – Rp100.000 untuk wisatawan mancanegara, sudah termasuk sarung dan selendang wajib.

Tips Berkunjung:

  1. Pakaian Sopan
    Gunakan sarung dan selendang (biasanya disediakan di pintu masuk). Hindari pakaian terlalu terbuka.
  2. Hormati Upacara
    Jangan mengganggu jalannya upacara, selalu jaga sikap, dan ikuti arahan pemandu lokal.
  3. Datang Pagi atau Sore
    Untuk menghindari keramaian dan mendapatkan cahaya terbaik untuk fotografi.
  4. Gunakan Pemandu Lokal
    Agar bisa memahami sejarah dan makna setiap pura dengan lebih baik.

Nilai Filosofis Pura Besakih

Pura Besakih adalah simbol pusat spiritual Bali. Lokasinya di lereng Gunung Agung mencerminkan konsep kosmologi Hindu Bali, di mana gunung dianggap sebagai tempat tinggal para dewa.

Selain itu, kompleks ini melambangkan harmoni antara manusia, alam, dan Tuhan, sesuai dengan ajaran Tri Hita Karana. Oleh karena itu, Pura Besakih tidak hanya penting bagi masyarakat Bali, tetapi juga merupakan warisan budaya dunia yang tak ternilai.


Kesimpulan

Pura Besakih adalah jantung spiritual Bali, pura terbesar dan paling suci yang menjadi pusat keagamaan umat Hindu di Bali. Dengan sejarah panjang, arsitektur menawan, lokasi spektakuler di lereng Gunung Agung, serta peran penting dalam budaya Bali, pura ini layak dikunjungi oleh siapa saja yang ingin memahami lebih dalam tentang spiritualitas dan tradisi Pulau Dewata.

Berwisata ke Pura Besakih bukan hanya tentang melihat bangunan megah, tetapi juga merasakan energi spiritual, menghormati budaya lokal, dan membawa pulang pengalaman yang akan selalu dikenang.

3 thoughts on “Pura Besakih: Pusat Spiritual dan Destinasi Wisata Suci di Bali

  • Pura Besakih benar-benar menghadirkan suasana damai, terasa sekali aura spiritualnya.

    Reply
  • Rasanya berbeda ketika berada di sini, seolah hati diajak lebih dekat dengan Sang Pencipta.

    Reply
  • Pura Besakih cocok banget untuk wisatawan yang suka kombinasi budaya dan alam

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *